The biggest collection of MySpace 2.0 Layouts online
MySpaceLayouts

Kamis, 23 Februari 2012

Tips menjaga kebugaran tubuh

Kepadatan aktifitas dan kurangnya waktu istirahat seringkali membuat energi kamu terkuras habis, namun ternyata ada cara mengembalikan energi itu dengan cepat tanpa harus mengganggu aktifitas kamu. Ini caranya!

1. Tarik nafas dalam-dalam. Melalui hidung juga mulut. Dengan ini oksigen yang masuk ke tubuh lebih banyak. Oksigen tersebutlah yang akan membuat tubuh terasa santai dan kemudian energi yang hilang akan kembali.

2. Take a rest. Tak perlu lama-lama, keluar ruangan selama 5-10 menit, menghirup udara dan menikmati sinar matahari akan menaikkan level energi kamu.

3. Makanlah buah-buahan dan sayuran, makanan tersebut akan mempercepat produktivitas energi kamu. Smoothies dan yogurt rasa buah akan memberi asupan energi yang cukup sepanjang hari.

4. Berolahragalah. Olahraga, apapun bentuknya akan membantu energi agar pulih kembali.

5. Aroma terapi, dengan rasa peppermint dapat juga menjadi alat untuk mengembalikan energi. Aroma peppermint dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi energi baru.

Senin, 20 Februari 2012

Keheningan di sore hari, matahari mulai terbenam, adakah hari ini seorang sahabat menemani??? Akankah ada persahabatan hingga akhir saman?? banyak hal yang perlu kita simak dalam alam persahabatan, persahabatan pernuh arti dan makna yang tersirat maupun tersurat.
Sore hari yang mengingatkan aku pada kalimat-kalimat tajam penuh arti dari penyair yang tak lazim lagi Kahlil Gibran saya ingin teman-teman juga tahu arti dari puisi ini.
yoek jalin persahabatan tingkatkan tali silaturahim…
alam persahabatan
persahabatan
Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.
“Andai waktu bisa diajak kompromi”
Saat canda mewarnai hariku
Saat tawa menghiasi bibirku
Disaat itulah waktu merampasnya dariku
Disaat itulah ia pergi meninggalkanku
Apalagi yang hendak ku perbuat
Apalagi yang yang harus kukatakan
Ia telah mengambilnya dariku
Ia telah membawa kehidupanku
Kini telah lenyap sudah
Kenangan itu, impian itu, angan itu, semua hilang
Ia telah membawa pergi semua harapan itu
Dan kini waktu telah menujukan kehebatannya
Ya,, kau sangat hebat
Oh..waktu andai saja kau bisa diajak kompromi
Aku hanya butuh satu detik darimu
Untuk mengubah semuannya
Tapi Ternyata hal ini sulit kau berikan
Ternyata kau begitu konsisten
Oh…waktu, terima kasih atas segalanya
Terima kasih karena kau telah mengubah duniaku

Jumat, 03 Februari 2012

My school history


 
ImageSebelum pertengahan September 1953, Kalimantan Timur belum memiliki satupun sekolah lanjutan atas termasuk SMA Samarinda, sehingga para siswa dari sekolah lanjutan pertama mengalami kesulitan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.
                Memang bagi yang memiliki kemampuan lebih, kesulitan ini masih bisa diatasi walaupun harus pindah ke daerah lain seperti daerah-daerah di pulau Jawa, namun bagi yang mempunyai kemampuan terbatas, maka para siswa harus puas mengecap pendidikan sampai tingkat SLTP saja.
                Para tokoh masyarakat mulai berpikir, bagaimana cara mewujudkan sebuah SMA di Samarinda, termasuk dimana daerah yang cocok, pengelolanya, pengajarnya, pemimpinnya dan lain-lain, sehingga dibentuklah satu tim untuk merumuskan masalah ini. Susunan tim tersebut adalah sebagai berikut:
1.        Achmad Yusuf sebagai Ketua dari unsur partai politik (Masyumi)
2.        Enci Burhan sebagai Sekretaris dari unsur pemerintahan
3.        Enci Abdurahim sebagai Bendahara dari unsur pemerintahan
4.        Aji Bambang Abdul Malik sebagai anggota dari Kepala Dinas PDK
5.        Azis Samad sebagai anggota dari unsur partai politik (PNI)
6.        Mardikun sebagai anggota dari unsur pendidik yang saat itu menjabat sebagai Direktur SMP.
Setelah melalui perjuangan panjang melewati berbagai rintangan dan tantangan, maka pada tanggal 14 September 1953, resmilah berdiri sebuah SMA partikelir dengan menggunakan gedung bekas asrama pelajar yang sekarang berubah menjadi SMA Negeri 1 Samarinda.
Pada mulanya berdirinya, SMA ini hanya memiliki kelas I bagian A yang dipimpin Direktur bantuan dari SMP yaitu Bapak Mardikum yang merangkap sebagai Direktur SMP, dengan waktu belajar terpaksa dilaksanakan sore hari.
Setelah 3 tahun berjalan, SMA partikelir yang berada dibawah Yayasan Dharma Bhakti ini, statusnya berubah menjadi SMA Negeri sesuai surat bernomor: 30/JSP/55 tanggal 11 Djuni 1955 yang diresmikan oleh Residen Koordinator Kalimantan Timur Datu Maju Urang, disaksikan oleh wakil Pemerintah Daerah Istimewa Kutai, Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.
Dalam usianya yang relatif muda, SMA Samarinda ini pada lulusan yang pertama mencapai 90%, sehingga Pemerintah Daerah dengan bangga memberikan penghargaan berupa beasiswa ikatan dinas yang pada waktunya harus kembali ke Kalimantan Timur untuk mengabdikan diri demi kemajuan daerah.
Pada tahun 1960, SMA Samarinda membuka kelas filial di Tarakan.  Kelas di Tarakan ini lepas dari SMA Samarinda berdasarkan Surat Keputusan Menteri P & K tanggal 30 Juli 1964 nomor: 79/SK/III dan terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1964 menjadi SMA Negara yang berdiri sendiri baik secara organisatoris, administratif maupun di bidang teknik kependidikan.  Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pendidikan Menengah Umum tanggal 30 Juli 1965 nomor: 18/Dirpu/1965, terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1965, SMA Negara di Tarakan ini resmi menjadi SMA Negeri Tarakan.
Hingga saat ini telah banyak alumnus SMA Negeri 1 Samarinda yang pernah dan atau masih menduduki jabatan penting di daerah ini maupun daerah lain, bahkan pada tingkat nasional.
Dalam perjalanannya SMA Negeri 1 Samarinda selalu berupaya berbenah diri untuk mewujudkan diri sebagai sekolah yang memenuhi harapan masyarakat. Salah satu hasil kerja keras seluruh komponen sekolah ialah ditetapkannya SMA Negeri 1 Samarinda oleh Departemen Pendidikan Nasional menjadi salah satu dari 100 sekolah se-Indonesia sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional pada tahun 2005.
Demikian juga alumninya juga memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.  Hal ini dibuktikan ketika berlangsung Reuni Akbar dan Ulang Tahun ke-40 SMA Negeri 1 Samarinda pada tahun 1993 alumni SMA Negeri 1 Samarinda membentuk YAYASAN MELATI berdasarkan Akta Notaris H. Hardjo Gunawan, S.H. Nomor 78 tanggal 15 April 1994.  Dalam pasal 3 Akta Notaris tersebut disebutkan bahwa, Maksud dari Yayasan ini adalah membangun Sekolah Lanjutan Tingkat Atas “SMA UNGGUL” di Kalimantan Timur yang tujuan umumnya adalah menunjang Pendidikan Nasional, serta tujuan khususnya adalah menghasilkan keluaran pendidikan yang memiliki keunggulan dalam hal:
1.        Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2.        Nasionalisme dan patriotisme
3.        Wawasan IPTEK
4.        Motivasi dan komitmen untuk mencapai prestasi
5.        Kepemimpinan dan kepekaan sosial
6.        Disiplin yang ditunjang oleh kondisi fisik yang prima
7.        Kemampuan memasuki jenjang pendidikan tinggi yang bermutu di dalam dan di luar negeri.
Sedangkan makna logo khususnya bunga melati, selain mengandung makna Historis SMA Negeri 1 Samarinda yang diunggulan juga mengandung makna siswa kader Bangsa Unggul yang harum, bila delapan keunggulan yang diprogramkan dapat dicapai.  Selain itu penggunaan nama MELATI adalah untuk mengabadikan nama jalan letak SMA Negeri 1 Samarinda yaitu Jalan Melati yang saat ini bernama Jalan Bhayangkara.  Rencananya SMA Negeri yang dipilih untuk dijadikan SMA Plus adalah SMA Negeri 1 Samarinda.  Pilihan ini didasarkan pada pertimbangan dan latar belakang sejarah yaitu bahwa SMA Negeri 1 Samarinda adalah salah satu syarat berdirinya Provinsi Kalimantan Timur, kepeloporan perjuangan, fungsi dan peranan para alumninya, kondisi obyektifnya, pandangan masyarakat dan Pemerintah terhadap SMA Negeri 1 Samarinda.  Namun dengan berbagai pertimbangan rencana menjadikan SMA Negeri 1 Samarinda menjadi SMA Plus  dibatalkan, dan akhirnya didirikanlah SMA Negeri 10 sebagai SMA Plus dengan nama SMA Negeri 10 Melati.  Namun sebelum kampusnya berdiri, proses belajar mengajar bagi siswa SMA Negeri 10 Melati dilaksanakan di SMA Negeri 1 Samarinda dan pengajarnya juga para guru SMA Negeri 1 Samarinda yaitu dari tahun 1994 sampai dengan tahun 1996.
Demikian pula para siswanya juga berhasil meraih prestasi gemilang yang bertaraf nasional bahkan ada yang Go Internasional.

SMA Samarinda yang kini telah berubah menjadi SMA Negeri 1 Samarinda telah pernah dipimpin oleh:
1.        Mardikun
2.        Van Der Wil
3.        Moenadi Arief
4.        Soeyadi
5.        Wagiman
6.        Dulhak Latief
7.        Yusuf Achutanair
8.        C. Usodo
9.        Syahraini Perwiro
10.     Awang Adriani
11.     Siti Mariyam Iskandar
12.     Sjahbandi
13.     Husinsjah
14.     Romansyah
15.     Achmadsyah
16.     M. Hatta
17.     M. Aini Yasin
dan kini SMA Negeri 1 Samarinda dipimpin oleh Bapak Suardi.

Happy New Year / Tahun Baru


Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal
1 Januari 45 SM.[1] Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh pada tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Sejak Abad ke-7 SM bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali revisi. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.
Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian . Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December.
Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli). Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.
Januarius (Januari) dipilih sebagai bulan pertama, karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua ini, satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.
Kedua, karena 1 Januari jatuh pada puncak musim dingin. Di saat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur dan semua Senat dapat berkumpul untuk memilih Konsul. Di bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru. Sejak saat itu Tahun Baru orang Romawi tidak lagi dirayakan pada 1 Maret, tapi pada 1 Januari. Tahun Baru 1 Januari pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.
Orang Romawi merayakan Tahun Baru dengan cara saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Dewa Janus. Mereka juga mempersembahkan hadiah kepada kaisar.

Kalender Gregorian
Sejak Konstantinus yang Agung menduduki tahta Kaisar Romawi tahun 312 M, Kristen menjadi agama yang legal di Kekaisaran Romawi Kuno. Bahkan tanggal 27 Februari 380 M Kaisar Theodosius mengeluarkan sebuah maklumat, De Fide Catolica, di Tesalonika, yang dipublikasikan di Konstantinopel, yang menyatakan bahwa Kristen sebagai agama negara Kekaisaran Romawi Kuno. Di Abad-abab Pertengahan (middle ages), abad ke-5 hingga abad ke-15 M, Kristen memegang peranan dominan di Kekaisaran Romawi hingga ke negara-negara Eropa lainnya.
Berdasarkan keputusan Konsili Tours tahun 567 umat Kristen ikut merayakan Tahun Baru dan mereka mengadakan puasa khusus serta ekaristi. Kebanyakan negara-negara Eropa menggunakan tanggal 25 Maret, yakni hari raya umat Kristen yang disebut Hari Kenaikan Tuhan, sebagai awal tahun yang baru.
Umat Kristen menggunakan Kalender yang dinamakan Kalender Masehi. Mereka menggunakan penghitungan tahun dan bulan Kalender Julian, namun menetapkan tahun kelahiran Yesus atau Isa sebagai tahun permulaan (tahun 1 Masehi), walaupun sejarah menempatkan kelahiran Yesus pada waktu antara tahun 6 dan 4 SM.
Setelah meninggalkan Abad-abad Pertengahan, pada tahun 1582 M Kalender Julian diganti dengan Kalender Gregorian. Dinamakan Gregorian karena Dekrit rekomendasinya dikeluarkan oleh Paus Gregorius XIII. Dekrit ini disahkan pada tanggal 24 Februari 1582 M. Isinya antara lain tentang koreksi daur tahun kabisat dan pengurangan 10 hari dari kalender Julian.
Sehingga setelah tanggal 4 Oktober 1582 Kalender Julian, esoknya adalah tanggal 15 Oktober 1582 Kalender Gregorian. Tanggal 5 hingga 14 Oktober 1582 tidak pernah ada dalam sejarah Kalender Gregorian. Sejak saat itu, titik balik surya bisa kembali ditandai dengan tanggal 21 Maret tiap tahun, dan tabel bulan purnama yang baru disahkan untuk menentukan perayaan Paskah di seluruh dunia.
Pada mulanya kaum protestant tidak menyetujui reformasi Gregorian ini. Baru pada abad berikutnya kalender itu diikuti. Dalam tubuh Katolik sendiri, kalangan gereja ortodox juga bersikeras untuk tetap mengikuti Kalender Julian sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru mereka berbeda dengan gereja Katolik Roma.
Pada tahun 1582 M Paus Gregorius XIII juga mengubah Perayaan Tahun Baru Umat Kristen dari tanggal 25 Maret menjadi 1 Januari. Hingga kini, semua orang di seluruh dunia merayakan Tahun Baru mereka pada tanggal 1 Januari.